Manfaat Teh
Teh mungkin merupakan salah satu jenis minuman paling populer di dunia. Minuman ini berasal dari tanaman teh (Camelia sinensis).
Banyak jenis dari teh yang dapat kita temukan di pasaran. Perbedaan yang mendasar dari masing-masing jenis teh adalah dari prosesing daun teh setelah dipetik. Faktor terbesar yang menentukan jenis teh adalah proses oksidasi atau terkadang disebut sebagai proses fermentasi dari daun.
Berdasarkan lama proses oksidasi, teh dibedakan menjadi beberapa jenis:
1. Teh Hitam
Teh hitam mengalami proses oksidasi yang lebih lama dibanding jenis teh yang lain (OOlong teh dan teh hijau). Teh hitam biasanya lebih kuat dalam rasa dan mengandung lebih banyak cafein, daripada teh yang mengalami proses oksidasi lebih sebentar.
2. Teh Oolong
Teh Oolng adalah teh tradisional China yang mana mengalami proses oksidasi antara teh hitam dengan teh hijau. Berkisar antara10% sampai 70% dalam proses oksidasi.
3. Teh Hijau
Di antara kedua jenis teh diatas, teh hijau mengalami proses oksidasi yang paling minimum.
Dari ketiga jenis teh di atas, semuanya mempunyai manfaat yang bagus untuk kesehatan tubuh kita. Teh hijau mengandung epigallocatechin gallate (EGCg)yang tinggi yang efektif sebagai antioksidan. Teh hitam dan teh oolong mengandung lebih sedikit EGCg daripada teh hijau, tetapi keduanya memiliki kandungan theaflavin dan thearubigen yang memiliki efektifitas yang sama dengan EGCg sebagai antioksidan.
Manfaat Teh secara umum adalah:
1.Menjaga kesehatan jantung
Teh mengandung kolesterol yang rendah dan melindungi dari serangan penyakit jantung (Journal of Nutrition, 2003)
2.Mencegah Kanker
Teh hijau dan teh hitam dapat memperlambat penyebaran kanker prostat (Center for Human Nutrition at UCLA's David Geffen School of Medicine, 2004).
3.Menurunkan tekanan darah
Teh hijau dan teh oolong menurunkan resiko tekanan darah tinggi ((National Cheng Kung University study, Archives of Internal Medicine, 2004).
4.Meningkatkan ketahanan tubuh
Teh dipercaya mampu meningkatkan ketahanan tubuh (Proceedings of the National Academy of Sciences, 2003)
5.Melawan Leukimia
Komponen teh hijau membantu membunuh sel leukimia ((Mayo Clinic, 2004).
6.Melawan Alzheimer
Minum teh dapat menunda penyakit Alzheimer ((Newcastle University's Medicinal Plant Research Centre study, Phytotherapy Research, 2004).
7.Melawan AIDS
Teh mempunyai peranan dalam melawan AIDS (University of Tokyo, Journal of Allergy and Clinical Immunology, 2003)
Itulah beberapa manfaat dari teh. Memulai pagi hari dengan secangkir teh untuk hidup yang lebih sehat..
Jenis Gulma Berdasarkan Morfologi
Pengelompokan beberapa jenis gulma, didasarkan pada beberapa sifat, diantaranya adalah berdasarkan morfologi, habitat, tempat tumbuh, sistematika, asalnya serta berdasarkan pada sifatnya yang parasit atau tidak.
Berdasarkan morfologinya gulma dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu
1. Gulma teki-tekian
Gulma golongan teki termasuk dalam familia Cyperaceae. Gulma ini memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap pengendalian mekanik karena memiliki umbi batang di dalam tanah yang mampu bertahan berbulan-bulan. Gulma ini menjalankan jalur fotosintesis C4 yang menjadikannya sangat efisien dalam menguasai areal pertanian secara cepat. Ciri dari gulma ini adalah batang umumnya berbentuk segitiga, kadang-kadang juga bulat dan biasanya tidak berongga.Daun tersusun dalam tiga deretan, tidak memiliki lidah-lidah daun (ligula).Ibu tangkai karangan bunga tidak berbuku-buku. Bunga sering dalam bulir (spica) atau anak bulir, biasanya dilindungi oleh suatu daun pelindung. Buahnya tidak membuka. Contohnya Cyperus rotundus, Fimbristylis littoralis, Scripus juncoides.
2. Gulma rumput-rumputan
Gulma golongan rumput termasuk dalam familia Gramineae/Poaceae. Gulma ini memiliki daun yang sempit seperti teki-tekian tetapi memiliki stolon, yang mana stolon ini di dalam tanah membentuk jaringan rumit yang sulit diatasi secara mekanik.Ciri lain dari gulma ini adalah, batang bulat atau agak pipih, kebanyakan berongga.Daun-daun soliter pada buku-buku, tersusun dalam dua deret, umumnya bertulang daun sejajar, terdiri atas dua bagian yaitu pelepah daun dan helaian daun. Daun biasanya berbentuk garis (linier), tepi daun rata. Lidah-lidah daun sering kelihatan jelas pada batas antara pelepah daun dan helaian daun. Contoh gulma rumput-rumputan adalah Imperata cyliindrica, Echinochloa crusgalli, Cynodon dactylon, Panicum repens.
3. Gulma berdaun lebar
Gulma berdaun lebar umumnya termasuk Dicotyledoneae dan Pteridophyta. Gulma ini biasanya tumbuh pada akhir masa budidaya. Kompetisi terhadap tanaman utama berupa kompetisi cahaya. Ciri dari gulma ini adalah daun lebar dengan tulang daun berbentuk jala. Contohnya Monocharia vaginalis, Limnocharis flava, Eichornia crassipes, Amaranthus spinosus, Portulaca olerace, Lindernia sp.
Berdasarkan morfologinya gulma dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu
1. Gulma teki-tekian
Gulma golongan teki termasuk dalam familia Cyperaceae. Gulma ini memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap pengendalian mekanik karena memiliki umbi batang di dalam tanah yang mampu bertahan berbulan-bulan. Gulma ini menjalankan jalur fotosintesis C4 yang menjadikannya sangat efisien dalam menguasai areal pertanian secara cepat. Ciri dari gulma ini adalah batang umumnya berbentuk segitiga, kadang-kadang juga bulat dan biasanya tidak berongga.Daun tersusun dalam tiga deretan, tidak memiliki lidah-lidah daun (ligula).Ibu tangkai karangan bunga tidak berbuku-buku. Bunga sering dalam bulir (spica) atau anak bulir, biasanya dilindungi oleh suatu daun pelindung. Buahnya tidak membuka. Contohnya Cyperus rotundus, Fimbristylis littoralis, Scripus juncoides.
2. Gulma rumput-rumputan
Gulma golongan rumput termasuk dalam familia Gramineae/Poaceae. Gulma ini memiliki daun yang sempit seperti teki-tekian tetapi memiliki stolon, yang mana stolon ini di dalam tanah membentuk jaringan rumit yang sulit diatasi secara mekanik.Ciri lain dari gulma ini adalah, batang bulat atau agak pipih, kebanyakan berongga.Daun-daun soliter pada buku-buku, tersusun dalam dua deret, umumnya bertulang daun sejajar, terdiri atas dua bagian yaitu pelepah daun dan helaian daun. Daun biasanya berbentuk garis (linier), tepi daun rata. Lidah-lidah daun sering kelihatan jelas pada batas antara pelepah daun dan helaian daun. Contoh gulma rumput-rumputan adalah Imperata cyliindrica, Echinochloa crusgalli, Cynodon dactylon, Panicum repens.
3. Gulma berdaun lebar
Gulma berdaun lebar umumnya termasuk Dicotyledoneae dan Pteridophyta. Gulma ini biasanya tumbuh pada akhir masa budidaya. Kompetisi terhadap tanaman utama berupa kompetisi cahaya. Ciri dari gulma ini adalah daun lebar dengan tulang daun berbentuk jala. Contohnya Monocharia vaginalis, Limnocharis flava, Eichornia crassipes, Amaranthus spinosus, Portulaca olerace, Lindernia sp.
Tanaman Gandum
Gandum (Triticum aestivum L.) termasuk dalam family Poaceae, suku Hordae dan diletakkan dalam genus Triticum (Anon., 2000 dalam Shah.,et.al.,2003). Menurut Martin and Leonard (1963) ada beberapa spesies Triticum. Spesies ini dibagi menjadi tiga kelompok yang berbeda, seperti Diploid, Tetraploid, dan Heksaploid dengan 14, 28 dan 42 kromosom.
Di Indonesia tanaman gandum hanya terbatas ditanam di dataran tinggi dan pegunungan, pada areal yang tidak begitu luas. Di daerah iklim sedang, gandum ditanam pada musim dingin (winter) dan musim semi (spring). Gandum yang ditanam di Indonesia adalah dari jenis gandum musim semi yang diintroduksi dari Jepang, Filipina dan Meksiko (Irwan, 2007).
Gandum adalah bahan pangan paling penting di dunia, dan lebih banyak dibudidayakan pada taraf global daripada tanaman pangan lainnya (Anon., 2000 dalam Shah.,et.al.,2003). Karena itu, telah dilakukan penelitian yang intensif mengenai regenerasi tanaman gandum pada kultur in vitro yang berguna dalam pengembangan tanaman pangan (Nasircilar, et.al.,2006). Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa genotip dan media memiliki pengaruh yang signifikan pada kemampuan regenerasi dari kultivar T.aestivum dan T.durum. Embrio dewasa bagus digunakan sebagai eksplan dalam kultur jaringan gandum. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Ozgen et al.,(1996) yang telah mempelajari embrio dewasa dan belum dewasa dari tujuh genotip gandum durum musim dingin yang dikulturkan pada media MS yang diperkaya dengan 2,4-D. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa embrio dewasa memiliki frekuensi rendah untuk pembentukan kalus tetapi mempunyai kapasitas regenerasi yang tinggi dibandingkan dengan embrio yang belum dewasa.
Tanaman Nilam
Tanaman nilam (Pogostenom cablin Benth) diklasifikasikan ke dalam kelas dicotyledonae, ordo Lamiales, family Labiatae dan genus Pogostenom (Hayne, 1987) dan umumnya dikenal dengan nama Patchouly. Menurut Trease dan Evan dalam Dhalimi (1998), genus Pogostemom memiliki 40 spesies, namun dari jumlah tersebut yang dikenal sebagai tanaman nilam hanya 3 spesies, yaitu P.cablin Benth, P.hortensis, dan P.heyneanus.
Di Indonesia dikenal tiga jenis nilam, yaitu nilam Aceh (Pogostenom cablin Benth), nilam Jawa (P.heyneanus Benth), dan nilam sabun (P.hortensis Backer) (Guenther dalam Nuryani (1998). Dari ketiga jenis tanaman nilam tersebut, hanya nilam Aceh yang mengandung kadar dan mutu minyak yang tinggi, yakni kadar minyaknya antara 2.5-5.0 %, sedangkan kedua jenis nilam lainnya hanya 0.5-1.5%. Berdasarkan alasan tersebut, nilam Aceh banyak diusahakan di Indonesia dan negara lainnya.
Rendahnya produktivitas tanaman nilam antara lain disebabkan oleh mutu genetik yang rendah, teknik budi daya yang sederhana, serangan berbagai penyakit, serta panen dan pascapanen yang belum tepat. Kendala utama pengembangan nilam adalah curah hujan atau ketersediaan air. Nilam menghendaki 9-11 bulan basah per tahun. Musim kemarau panjang dapat menyebabkan tanaman mati (Nuryani, dkk 2004). Mariska dan Purnamaningsih (2007) telah menghasilkan beberapa klon nilam unggulan yang toleran kekeringan dan mempunyai kadar minyak lebih tinggi dibandingkan kontrol (3,2%) melalui induksi mutasi dan variasi somaklonal. Pada tahun 2008 klon-klon tersebut telah diuji di rumah kaca dan dihasilkan beberapa klon yang tahan kekeringan, antara lain Bio 6 (Pitono dkk., 2008)
500 ribu untuk raport baru
Sekitar dua hari yang lalu aku sempet jalan-jalan di salah satu pusat perbelanjaan di kota dimana aku harus menyelesaikan tugas akhirku. Saat itu hampir setengah sembilan malam, waktu aku dan temenku memutuskan untuk pulang. Baru beberapa langkah dari pintu keluar kudapati sosok kecil dengan memangku keranjang makanan. Segera aku dan temenku menghampirinya
“Hey, pa kabar? Jualan apa aja nich?” Tanya temenku
“Ini kak cuma ada pastel.” Jawab anak itu
“Kok tumben pastel aja, dulukan macem-macem?” tanyaku, teringat saat pertama bertemu anak ini di depan mall yang sama, tapi di sudut yang berbeda, saat gerimis, dan anak ini menggigil kedinginan mendekap keranjang makanannya, dengan matanya yang merah dan suaranya yang serak, menahan kantuk.
“Iya, kak yang biasa buat jajanan gorengan gak jual lagi.”jawabnya polos
“Ya, udah kakak beli empat ya.” Kataku, seraya duduk di sampingnya, yang diikuti juga temenku
“ Lama gak jualan ya? Beberapa hari yang lalu kakak habis dari sini kok gak ada?”, Tanya temenku
“Iya kak.” Jawabnya pendek
“Eh, ngomong-ngomong namanya siapa?” Tanya temenku lagi
“Ali kak.”
“Ali kelas berapa?”tanyaku
“Kelas lima tapi seharusnya kelas dua SMP.” Jawabnya
Aku dan temenku hanya diam menunggu penjelasan Ali selanjutnya, dan gak lama bibir mungil itu mulai bercerita
“Sempet gak sekolah tiga tahun kak.”
“Kenapa?” tanyaku penasaran, dan berharap bukan karena kondisi ekonomi orang tuanya yang menyebabkan dia harus berhenti sekolah.
“Dulu waktu mau naik ke kelas lima, raportnya hilang kak,saat itukan mau pindah sekolah, kalo gak ada raportkan gak bisa pindah.”
“Kok bisa? Memangnya hilang dimana?”Tanya temenku
“Di sekolah. Terus kalau mau dapat raport baru harus bayar 500 ribu.”jelasnya
“Lho, bukankah kalau di sekolah seharusnya gurunya yang ganti, kan dikumpulin kegurunya?” tanyaku
“Iya kak, tapi gurunya gak mau ganti, dan tetep minta 500 ribu, untuk bisa dapat raport baru.”
“Deeggg!!!” Serasa ada yang menghunjam jantungku, aku tahu uang 500 ribu bagi keluarga Ali bukan jumlah yang kecil, ayahnya berprofesi sama seperti dia, pedagang asongan, dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga biasa,yang harus menjaga anak-anaknya yang masih kecil, adik-adik Ali yang ada empat anak.
“ Terus sekarang kok bisa lanjutin lagi?”Tanya temenku
“Iya kak, raportnya sudah ketemu.”jawabnya
Ya Allah…hampir saja seorang anak gak bisa nerusin sekolahnya, justru gara-gara gurunya, seseorang yang seharusnya ada di barisan paling depan dalam urusan pendidikan di negeri ini…tragis…!!!
Nb: Nama Ali bukan nama sebenarnya
Tunjukkan pada Dunia
Ini mungkin hanyalah sebuah catatan kecil, dari perjalanan hidup yang tak pernah tahu ujungnya…(duh,puitis sekali). Anyway, aku hanya ingin mengupas sedikit kebiasaan buruk (kebanyakan sech cowok) yang mungkin tujuannya untuk menimbulkan simpati atau menarik perhatian orang yang disukai (teori yang salah, aku kira).
“Aku adalah keturunan Kyai Z, pendiri ponpes Y, kedua orang tuaku juga sudah menunaikan ibadah haji”
Dengan manis kata-kata itu masuk ke dalam inboxku (sebenarnya kata-kata itu gak bersamaan masuk di inbox, tetapi biar lebih singkat saja kujadiin satu), yang kontan membuat aku mual.
“Bukankah ibadah haji memang wajib bagi yang mampu, jadi gak usah terlalu dipamerin!”, jawabku agak sadis. Yang kemudian aku lanjutkan pada sms yang kukirim berikutnya.
“Sudahlah gak usah terlalu bangga dengan kebesaran dan kehormatan kedua orang tuamu, aku akan lebih menghargaimu, jika kamu dengan bangga mampu menunjukkan siapa dirimu, bukan siapa orang tuamu.”
Aku jadi ingat orang bijak yang mengatakan bahwa,”seorang pemuda yang hebat adalah pemuda yang dengan bangga menepuk dadanya dan menunjukkan pada dunia inilah aku, bukan pemuda yang dengan lantang meneriakkan kebesaran orangtuanya”
Tetapi meskipun demikian, kata-kata itu jangan diartikan secara lugas, nanti malah jadi sombong, he..he.., tetapi lebih dari itu berbanggalah menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya, tanpa dibayang-bayangi kebesaran atau kehormatan orang tua atau keluarga, sehingga orang lain mengenal dirimu sebagai dirimu sendiri...ah..bijak sekali..,ha..ha..ha..
“Aku adalah keturunan Kyai Z, pendiri ponpes Y, kedua orang tuaku juga sudah menunaikan ibadah haji”
Dengan manis kata-kata itu masuk ke dalam inboxku (sebenarnya kata-kata itu gak bersamaan masuk di inbox, tetapi biar lebih singkat saja kujadiin satu), yang kontan membuat aku mual.
“Bukankah ibadah haji memang wajib bagi yang mampu, jadi gak usah terlalu dipamerin!”, jawabku agak sadis. Yang kemudian aku lanjutkan pada sms yang kukirim berikutnya.
“Sudahlah gak usah terlalu bangga dengan kebesaran dan kehormatan kedua orang tuamu, aku akan lebih menghargaimu, jika kamu dengan bangga mampu menunjukkan siapa dirimu, bukan siapa orang tuamu.”
Aku jadi ingat orang bijak yang mengatakan bahwa,”seorang pemuda yang hebat adalah pemuda yang dengan bangga menepuk dadanya dan menunjukkan pada dunia inilah aku, bukan pemuda yang dengan lantang meneriakkan kebesaran orangtuanya”
Tetapi meskipun demikian, kata-kata itu jangan diartikan secara lugas, nanti malah jadi sombong, he..he.., tetapi lebih dari itu berbanggalah menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya, tanpa dibayang-bayangi kebesaran atau kehormatan orang tua atau keluarga, sehingga orang lain mengenal dirimu sebagai dirimu sendiri...ah..bijak sekali..,ha..ha..ha..
Saatnya Memulai
Beberapa hari yang lalu, aku sempat blogwalking ke salah satu blog milik seorang netter yang alamat blognya mengingatkanku pada seseorang, ha..ha..ha.. Tetapi aku tidak akan membicarakan nama blognya tersebut, tetapi lebih dari itu. Sebuah pernyataan didalamnya yang membuat aku sempat berpikir apakah memang seperti itu. Calon Istrinya pernah bertanya” Mengapa sebagian besar orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang bodoh?” Dengan santai dan tanpa berpikir panjang dia menjawab”Karena orang bodoh tidak banyak berpikir dalam melakukan sesuatu, beda dengan orang pintar, saat akan melakukan sesuatu berpikirnya terlalu panjang, padahal saat itu dia hanya akan, belum melakukan sesuatu sehingga ujung-ujungnya dia tak pernah jadi melakukan sesuatu.”
Argument yang sangat menarik bagiku, dan memberi inspirasi pada kita bahwa kesuksesan ternyata bukan monopoli orang yang pintar. Tetapi satu hal yang patut untuk digaris bawahi mungkin kebanyakan dari kita memang takut untuk memulai sesuatu, atau terlalu banyak pertimbangan yang bukan menjadikan kita bersemangat untuk berusaha tetapi malah mengendorkan niat kita untuk memulai sesuatu yang mungkin sesuatu itu sebenarnya adalah mimpi kita. Jadi, mimpi hanya tinggal mimpi, tanpa bisa kita meraihnya karena kita tak pernah memulai untuk mencoba meraihnya, (hu..hu..tragis..), karena itu cobalah mulai untuk melakukan sesuatu, bukan hanya diam dan menunggu. Dan kalaupun dalam langkah yang kita ambil kegagalan yang kita temui, bukan sesuatu yang bijak untuk menjadikan kita terjatuh dan tak sanggup lagi berdiri. Bukankah makna kesuksesan yang terbesar adalah saat kita mampu bangkit dari kegagalan dan meraih apa yang kita inginkan. Dan ingat, kita bukan sebatang ranting yang ada di sungai, tetapi kita adalah manusia yang mampu berusaha.
Argument yang sangat menarik bagiku, dan memberi inspirasi pada kita bahwa kesuksesan ternyata bukan monopoli orang yang pintar. Tetapi satu hal yang patut untuk digaris bawahi mungkin kebanyakan dari kita memang takut untuk memulai sesuatu, atau terlalu banyak pertimbangan yang bukan menjadikan kita bersemangat untuk berusaha tetapi malah mengendorkan niat kita untuk memulai sesuatu yang mungkin sesuatu itu sebenarnya adalah mimpi kita. Jadi, mimpi hanya tinggal mimpi, tanpa bisa kita meraihnya karena kita tak pernah memulai untuk mencoba meraihnya, (hu..hu..tragis..), karena itu cobalah mulai untuk melakukan sesuatu, bukan hanya diam dan menunggu. Dan kalaupun dalam langkah yang kita ambil kegagalan yang kita temui, bukan sesuatu yang bijak untuk menjadikan kita terjatuh dan tak sanggup lagi berdiri. Bukankah makna kesuksesan yang terbesar adalah saat kita mampu bangkit dari kegagalan dan meraih apa yang kita inginkan. Dan ingat, kita bukan sebatang ranting yang ada di sungai, tetapi kita adalah manusia yang mampu berusaha.
Langganan:
Postingan (Atom)
